Senja di Pelabuhan Tulehu
Perjalanan menuju Masohi ibukota kabupaten
maluku tengah ditempuh dengan dua alat transportasi dari ambon, pertama dengan
menggunakan kendaraan darat menuju teluk Tulehu, kemudian perjalanan
dilanjutkan dengan kendaraan laut menggunakan kapal cepat dengan lama
perjalanan sekitar 2 jam. Dalam perjalanan dari Ambon menuju Pelabuhan Tulehu
kami melewati Pantai Natsepa.
Pantai Natsepa adalah pantai kecil diujung
teluk ambon. Selain terkenal sebagai pantai berpasir putih pantai ini juga
lengkap dengan wisata kulinernya. Dipinggir jalan pantai natsepa banyak dijual
rujak natsepa. Makanan Rujak yang
disajikan umumnya sama seperti di daerah lain di Indonesia namun yang
membedakan adalah bumbunya yang terasa lebih sedap karena terbuat dari gula
aren khas tempat ini. Dengan tampilan segar memikat rujak natsepa layak untuk
dimakan kapan saja.
Sesampainya di pelabuhan Tulehu ada
pemandangan yang cukup menarik yaitu
setiap kendaraan yang masuk pelabuhan ini maka akan dikejar oleh orang orang
yang ada disana, cukup kaget juga ketika melihat pemandangan itu, ternyata
mereka adalah kuli panggul yang akan mengangkut barang dari penumpang kapal.
Setelah mobil berhenti mereka akan langsung mengambil barang penumpang untuk
dibawakan ke kapal dan biasanya juga yang sudah terbiasa mereka juga disuruh
untuk membeli tiket kapalnya.
Pekerjaan kuli panggul yang dilakukan secara
turun menurun ini ternyata mengajarkan sebuah kearifan lokal dalam karakter
kehidupan, yaitu karakter kejujuran. Karakter jujur adalah karakter baik dan
utama dalam kehidupan, dengan adanya karakter ini calon penumpang kapal di
pelabuhan Tulehu tidak merasa takut bawaanya atau uang tiket mereka dibawa
pergi oleh kuli panggul, karena karakter
ini pula muncul rasa percaya sehingga mereka percaya sepenuhnya barang bawaan
mereka dibawa oleh kuli panggul. Sampai
saat ini belum pernah terjadi ada barang penumpang kapal yang dibawa
pergi oleh mereka. Mereka saling mengawasi dan mengingatkan diantara mereka
agar kepercayaan yang sudah bertahun tahun ini akan terus bertahan. Barang yang
dibawa oleh kuli panggul diantarkan sampai ke tempat duduk di kapal. Dan karena
seringnya juga kuli panggul tahu penumpang akan duduk di kursi kelas yang mana
di kapal cepat ini.
Sambil menunggu kapal cepat bersiap pergi
sesuai dengan jadwalnya, kami menikmati pelabuhan kecil ini dengan minum teh di
pinggir pelabuhan. Sepanjang pintu masuk pelabuhan berdiri warung warung tenda
yang menyediakan berbagai minuman yang siap diseduhkan oleh tukang warung.
Selain itu tersedia juga makanan seperti mie rebus, mie seduh, roti dan makanan
ringan yang lainnya. Menjelang sore kapal bersiap pergi dengan ditandai mesin
kapal yang dihidupkan.
Kapal cepat segera beranjak pergi
meninggalkan dermaga pelabuhan Tulehu menuju pelabuhan Amahai kota Masohi di
Pulau Seram. Kapal bergerak dengan cepat menembus lautan yang dalam, laut yang
jernih berwarna kebiru biruan enggan rasanya untuk tak dinikmati. Laut yang
tenang menambah kenikmatan
perjalanan ini sebab biasanya di musim
angin timur yaitu pada bulan April sampai dengan Juni laut begitu ganasnya
dengan gelombangnya yang tinggi seperti siap melumat siapapun yang ada
dilautan.
Bersambung …
*) Rahmat Hidayat, Guru SMAN 1 Cikalongwetan/Pengurus
IGI Jawa Barat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar