Rabu, 12 Oktober 2016

Senja di Pelabuhan Tulehu



Senja di Pelabuhan Tulehu
Perjalanan menuju Masohi ibukota kabupaten maluku tengah ditempuh dengan dua alat transportasi dari ambon, pertama dengan menggunakan kendaraan darat menuju teluk Tulehu, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan laut menggunakan kapal cepat dengan lama perjalanan sekitar 2 jam. Dalam perjalanan dari Ambon menuju Pelabuhan Tulehu kami melewati Pantai Natsepa.
Pantai Natsepa adalah pantai kecil diujung teluk ambon. Selain terkenal sebagai pantai berpasir putih pantai ini juga lengkap dengan wisata kulinernya. Dipinggir jalan pantai natsepa banyak dijual rujak natsepa. Makanan Rujak  yang disajikan umumnya sama seperti di daerah lain di Indonesia namun yang membedakan adalah bumbunya yang terasa lebih sedap karena terbuat dari gula aren khas tempat ini. Dengan tampilan segar memikat rujak natsepa layak untuk dimakan kapan saja.
Sesampainya di pelabuhan Tulehu ada pemandangan  yang cukup menarik yaitu setiap kendaraan yang masuk pelabuhan ini maka akan dikejar oleh orang orang yang ada disana, cukup kaget juga ketika melihat pemandangan itu, ternyata mereka adalah kuli panggul yang akan mengangkut barang dari penumpang kapal. Setelah mobil berhenti mereka akan langsung mengambil barang penumpang untuk dibawakan ke kapal dan biasanya juga yang sudah terbiasa mereka juga disuruh untuk membeli tiket kapalnya.
Pekerjaan kuli panggul yang dilakukan secara turun menurun ini ternyata mengajarkan sebuah kearifan lokal dalam karakter kehidupan, yaitu karakter kejujuran. Karakter jujur adalah karakter baik dan utama dalam kehidupan, dengan adanya karakter ini calon penumpang kapal di pelabuhan Tulehu tidak merasa takut bawaanya atau uang tiket mereka dibawa pergi oleh kuli panggul,  karena karakter ini pula muncul rasa percaya sehingga mereka percaya sepenuhnya barang bawaan mereka dibawa oleh kuli panggul. Sampai  saat ini belum pernah terjadi ada barang penumpang kapal yang dibawa pergi oleh mereka. Mereka saling mengawasi dan mengingatkan diantara mereka agar kepercayaan yang sudah bertahun tahun ini akan terus bertahan. Barang yang dibawa oleh kuli panggul diantarkan sampai ke tempat duduk di kapal. Dan karena seringnya juga kuli panggul tahu penumpang akan duduk di kursi kelas yang mana di kapal cepat ini.
Sambil menunggu kapal cepat bersiap pergi sesuai dengan jadwalnya, kami menikmati pelabuhan kecil ini dengan minum teh di pinggir pelabuhan. Sepanjang pintu masuk pelabuhan berdiri warung warung tenda yang menyediakan berbagai minuman yang siap diseduhkan oleh tukang warung. Selain itu tersedia juga makanan seperti mie rebus, mie seduh, roti dan makanan ringan yang lainnya. Menjelang sore kapal bersiap pergi dengan ditandai mesin kapal yang dihidupkan.
Kapal cepat segera beranjak pergi meninggalkan dermaga pelabuhan Tulehu menuju pelabuhan Amahai kota Masohi di Pulau Seram. Kapal bergerak dengan cepat menembus lautan yang dalam, laut yang jernih berwarna kebiru biruan enggan rasanya untuk tak dinikmati. Laut yang tenang  menambah kenikmatan perjalanan  ini sebab biasanya di musim angin timur yaitu pada bulan April sampai dengan Juni laut begitu ganasnya dengan gelombangnya yang tinggi seperti siap melumat siapapun yang ada dilautan.
Bersambung …
*) Rahmat Hidayat, Guru SMAN 1 Cikalongwetan/Pengurus IGI Jawa Barat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Benarkah Sastra Dapat Membentuk Pribadi (Karakter)?   Ajarkanlah sastra pada anak-anak kalian, karena sastra akan mengubah yang pengec...